
Bagi yang hidup di era 70-80-an, nama Leo Kristi begitu dikenal. Lagunya yang puitis tapi merakyat punya penggemarnya sendiri. Begitu khasnya dia, sehingga yang tak menggemarinya tak bakal mudeng musik Leo Kristi.
February 7, 2010 | Diposting pada topik
Tokoh |
Selengkapnya »

“SAYA bisa melakukan pekerjaan seperti ini karena melihat almarhum papa (J.B. Pantja),” ungkap Anik Pantja, 50. Sang ayah memang memiliki profesi sama dengan dirinya. Ketika masih hidup, dia juga ahli mereparasi mesin tulis dan hitung.
February 6, 2010 | Diposting pada topik
Tokoh |
Selengkapnya »

”Setiap tahun rata-rata saya membuat satu sampai dua buku terkait budaya Banjar,” katanya.
Bagi kalangan peneliti budaya, arsitek, teknik sipil, hingga mahasiswa yang berminat mendalami arsitektur, seni ukir, dan rumah adat Banjar, nama Syamsiar-lah yang menjadi rujukan utama.
February 4, 2010 | Diposting pada topik
Tokoh |
Selengkapnya »

Andy membagikan buku gratis bukan tanpa alasan. Semasa mudanya, Andy yang berasal dari keluarga yang tak terlampau berkecukupan-ibunya ibu rumah tangga biasa dan ayahnya juru reparasi mesin ketik- sangat gandrung membaca. Karena keadaan ekonominya pas-pasan, Andy sering tak dapat memenuhi keinginannya membaca buku yang didamkan.
February 1, 2010 | Diposting pada topik
Tokoh |
Selengkapnya »

Jakarta – Fenomena dalam masyarakat urban, yang selalu bergerak, menarik disimak. Penulis Andrei Aksana tidak menyia-nyiakan pengamatannya di lingkungan kaum urban dengan segala pernik cerita. “Saya terinspirasi membuat novel bergenre pop potret kehidupan masa kini berjudul Janda-Janda Kosmopolitan,”
January 28, 2010 | Diposting pada topik
Tokoh |
Selengkapnya »

Ajakan berbuat jujur bisa datang dari penjual koran. Seorang pengecer di Sidoarjo membuka kios koran kejujuran yang diberi nama Ayo Jujur. Meski mirip kantin kejujuran, dia menyatakan tidak terinspirasi warung yang dipopulerkan KPK itu.
January 22, 2010 | Diposting pada topik
Tokoh |
Selengkapnya »

Salah satu penulis buku Lekra Tak Membakar Buku yang saat ini dicekal, Muhidin M Dahlan pernah mengibaratkan perjalanan menuju ke kediaman Diana Amaliyah Verawati Sasa yang berada di ketinggian 1.118 dpl itu bak membaca tiga novel sekaligus. Seratus Tahun Kesunyian karya Gabriel Garzia Marquez, The God of Small Thing karya Arundhati Roy dan Ayat-Ayat Setan karya Salman Rushdie. Tempat tinggal yang dikelilingi bebatuan pegunungan tandus, dingin dan berkabut itu bernama Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Jaraknya sekitar 50 km dari pusat Pacitan atau 70 km dari jantung Ponorogo. Di sana, sukar sekali mencari hiburan selain radio.
January 3, 2010 | Diposting pada topik
Tokoh |
Selengkapnya »

Buku merupakan pijar peradaban umat manusia. Berbagai perubahan sosial besar di dunia ini banyak bermula dari hadirnya sebuah buku. Dalam setiap buku seringkali terdapat sejumlah pikiran cerdas yang kemudian bisa mempengaruhi cara berpikir dalam masyarakat tertentu.
January 3, 2010 | Diposting pada topik
Tokoh |
Selengkapnya »

RISANG ANOM PUJAYANTO:Kamar yang kira-kira berukuran 4×7 itu penuh dengan buku. Di sudut kamar, tata letak buku di lemari lebih rapi daripada yang berada di atas meja. Di samping kiri meja, ada komputer yang telah turut andil memproduksi puluhan buku, dari total 137 karyanya yang telah dipublikasi.
January 3, 2010 | Diposting pada topik
Tokoh |
Selengkapnya »

Anak laut itu telah menyatu dengan buku. Buku bersemanyam dalam hati dan pikirannya. Terselip di tiap langkahnya. Menyapa ramah di bangun dan tidurnya. Maka ketika kutanya tentang obsesinya akan buku, ia menggumam ” Nggak ada obsesiku karena buku sudah jadi nyawa. Jadi digunakan saja sehari-hari, seperti nyawa. Memang ada orangg berobsesi dengan nyawanya selain berdoa: panjangkan nyawaku Gusti…”
December 30, 2009 | Diposting pada topik
Tokoh |
Selengkapnya »