Selasa Pon, 09 Pebruari 2010
Indonesia Buku

Arsip tulisan pada topik ‘Tokoh’

Leo Kristi:Ingin Buat Buku Berkualitas

Leo Kristi:Ingin Buat Buku Berkualitas

Bagi yang hidup di era 70-80-an, nama Leo Kristi begitu dikenal. Lagunya yang puitis tapi merakyat punya penggemarnya sendiri. Begitu khasnya dia, sehingga yang tak menggemarinya tak bakal mudeng musik Leo Kristi.

Anik Pantja, ”Dokter” Mesin Tulis dan Hitung

Anik Pantja, ”Dokter” Mesin Tulis dan Hitung

“SAYA bisa melakukan pekerjaan seperti ini karena melihat almarhum papa (J.B. Pantja),” ungkap Anik Pantja, 50. Sang ayah me­mang memiliki profesi sama dengan dirinya. Ketika masih hidup, dia juga ahli mereparasi mesin tulis dan hitung.

Syamsiar Seman:Menjaga Budaya Banjar Lewat Buku

Syamsiar Seman:Menjaga Budaya Banjar Lewat Buku

”Setiap tahun rata-rata saya membuat satu sampai dua buku terkait budaya Banjar,” katanya.

Bagi kalangan peneliti budaya, arsitek, teknik sipil, hingga mahasiswa yang berminat mendalami arsitektur, seni ukir, dan rumah adat Banjar, nama Syamsiar-lah yang menjadi rujukan utama.

Andy F Noya: Mengusung Buku ke Layar Kaca

Andy F Noya: Mengusung Buku ke Layar Kaca

Andy membagikan buku gratis bukan tanpa alasan. Semasa mudanya, Andy yang berasal dari keluarga yang tak terlampau berkecukupan-ibunya ibu rumah tangga biasa dan ayahnya juru reparasi mesin ketik- sangat gandrung membaca. Karena keadaan ekonominya pas-pasan, Andy sering tak dapat memenuhi keinginannya membaca buku yang didamkan.

Andrei Aksana:Dua Sisi Kehidupan

Andrei Aksana:Dua Sisi Kehidupan

Jakarta – Fenomena dalam masyarakat urban, yang selalu bergerak, menarik disimak. Penulis Andrei Aksana tidak menyia-nyiakan pengamatannya di lingkungan kaum urban dengan segala pernik cerita. “Saya terinspirasi membuat novel bergenre pop potret kehidupan masa kini berjudul Janda-Janda Kosmopolitan,”

Bagus Susilowanto:Kios Koran Kejujuran

Bagus Susilowanto:Kios Koran Kejujuran

Ajakan berbuat jujur bisa datang dari penjual koran. Seorang pengecer di Sidoarjo membuka kios koran kejujuran yang diberi nama Ayo Jujur. Meski mirip kantin kejujuran, dia menyatakan tidak terinspirasi warung yang dipopulerkan KPK itu.

Diana AV Sasa:Penggila Buku dari Puncak Gunung Brengos

Diana AV Sasa:Penggila Buku dari Puncak Gunung Brengos

Salah satu penulis buku Lekra Tak Membakar Buku yang saat ini dicekal, Muhidin M Dahlan pernah mengibaratkan perjalanan menuju ke kediaman Diana Amaliyah Verawati Sasa yang berada di ketinggian 1.118 dpl itu bak membaca tiga novel sekaligus. Seratus Tahun Kesunyian karya Gabriel Garzia Marquez, The God of Small Thing karya Arundhati Roy dan Ayat-Ayat Setan karya Salman Rushdie. Tempat tinggal yang dikelilingi bebatuan pegunungan tandus, dingin dan berkabut itu bernama Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Jaraknya sekitar 50 km dari pusat Pacitan atau 70 km dari jantung Ponorogo. Di sana, sukar sekali mencari hiburan selain radio.

Listiyono Santoso:Buku Bisa Merubah Dunia

Listiyono Santoso:Buku Bisa Merubah Dunia

Buku merupakan pijar peradaban umat manusia. Berbagai perubahan sosial besar di dunia ini banyak bermula dari hadirnya sebuah buku. Dalam setiap buku seringkali terdapat sejumlah pikiran cerdas yang kemudian bisa mempengaruhi cara berpikir dalam masyarakat tertentu.

Suparto Brata:Nasib’Tidak Ada Nasi Lain’

Suparto Brata:Nasib’Tidak Ada Nasi Lain’

RISANG ANOM PUJAYANTO:Kamar yang kira-kira berukuran 4×7 itu penuh dengan buku. Di sudut kamar, tata letak buku di lemari lebih rapi daripada yang berada di atas meja. Di samping kiri meja, ada komputer yang telah turut andil memproduksi puluhan buku, dari total 137 karyanya yang telah dipublikasi.

Muhidin M Dahlan:Anak Laut Itu Menggiring Buku

Muhidin M Dahlan:Anak Laut Itu Menggiring Buku

Anak laut itu telah menyatu dengan buku. Buku bersemanyam dalam hati dan pikirannya. Terselip di tiap langkahnya. Menyapa ramah di bangun dan tidurnya. Maka ketika kutanya tentang obsesinya akan buku, ia menggumam ” Nggak ada obsesiku karena buku sudah jadi nyawa. Jadi digunakan saja sehari-hari, seperti nyawa. Memang ada orangg berobsesi dengan nyawanya selain berdoa: panjangkan nyawaku Gusti…”

Mutiara Buku

“Rumah tanpa buku ibarat raga tanpa jiwa”

oleh  Marcus Tullius Cicero. Pengacara Romawi Kuno, Penulis, Negarawan, Orator (106 SM-43 SM)

Tanggapan Pembaca

  • berry: woi slam kenal aku beruang mek iso guneman
  • nagakembar: jiaahhh………&# 8230; ni orang yg sok antikomunis bener2 nggak logis. malah harus...
  • Mbah Sghriwo: Konflik apapun di masa lalu jangan diaktualisasikan dan dibawa-bawa ke masa kini. Sejarah adalah bekal...
  • aduh: Hanya 3-5 juta buku??? Paling yg paling sering dibaca wajah buku aka FB. apa ga pernah cari di google ? /// 10....
  • elvira: wah… mau donk ikutan……

Berlangganan

Daftarkan email anda untuk mendapatkan update berita di situs ini via email.
Disclaimer: Diizinkan mengutip artikel di situs ini dengan mencantumkan sumbernya. Hak cipta berada pada IBOEKOE dan masing-masing penulis.
Add to Technorati Favorites Join My Community at MyBloglog! Books Blogs - Blog Catalog Blog Directory blog-indonesia.com