<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Naskah &#8220;Asli&#8221; Proklamasi</title>
	<atom:link href="http://indonesiabuku.com/?feed=rss2&#038;p=1256" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indonesiabuku.com/?p=1256</link>
	<description>Hak Buku untuk Semua</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 22:04:51 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Abu Hanif</title>
		<link>http://indonesiabuku.com/?p=1256&#038;cpage=1#comment-1974</link>
		<dc:creator>Abu Hanif</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 05:43:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiabuku.com/?p=1256#comment-1974</guid>
		<description>Dari mana bisa dikatakan naskah &quot;asli&quot; tersebut berbau Jepang?
Kenapa tidak berani mengatakan bahwa naskah itu adalah pendirian negara Islam. Yang mana orang2 nasionalis (kalau tidak mau disebut munafiq/kafir) benci dengan Islam. Sehingga berusaha dengan sekuat tenaga untuk mematahkannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dari mana bisa dikatakan naskah &#8220;asli&#8221; tersebut berbau Jepang?<br />
Kenapa tidak berani mengatakan bahwa naskah itu adalah pendirian negara Islam. Yang mana orang2 nasionalis (kalau tidak mau disebut munafiq/kafir) benci dengan Islam. Sehingga berusaha dengan sekuat tenaga untuk mematahkannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sudarjanto</title>
		<link>http://indonesiabuku.com/?p=1256&#038;cpage=1#comment-317</link>
		<dc:creator>Sudarjanto</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 15:36:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiabuku.com/?p=1256#comment-317</guid>
		<description>“Naskah pernyataan kemerdekaan ini disusun pada siang hari 14 Juli 1945. Soekarno membacakan draft-nya, dan kemudian ditanggapi dan dimintai perubahan oleh sejumlah anggota. Naskah ini diambil dari buku Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diterbitkan Sekretariat Negara pada 1980
Naskah ini berbau De Sukarnoisasi dan disusun oleh orde baru,Kita harus menyadari bahwa Yang disusun BPUPKI adalah Piagam Jakarta yang kemudian dirubah oleh PPKI menjadi Pembukaan UUD 1945,jadi &quot;Naskah&quot; tersebut sangat berbeda dengan Piagam Jakarta dan sangat berbau Jepang.
Proklamasi 17 Agustus 1945 dilaksanakan secara mendadak tanpa persiapan,sehingga wajar kalau Bung Karno mengonsep seperti yang ada karena didesak oleh Para Pemuda.
Masa Orde baru adalah masa rekayasa sejarah bangsa,semua mengakui itu,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>“Naskah pernyataan kemerdekaan ini disusun pada siang hari 14 Juli 1945. Soekarno membacakan draft-nya, dan kemudian ditanggapi dan dimintai perubahan oleh sejumlah anggota. Naskah ini diambil dari buku Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diterbitkan Sekretariat Negara pada 1980<br />
Naskah ini berbau De Sukarnoisasi dan disusun oleh orde baru,Kita harus menyadari bahwa Yang disusun BPUPKI adalah Piagam Jakarta yang kemudian dirubah oleh PPKI menjadi Pembukaan UUD 1945,jadi &#8220;Naskah&#8221; tersebut sangat berbeda dengan Piagam Jakarta dan sangat berbau Jepang.<br />
Proklamasi 17 Agustus 1945 dilaksanakan secara mendadak tanpa persiapan,sehingga wajar kalau Bung Karno mengonsep seperti yang ada karena didesak oleh Para Pemuda.<br />
Masa Orde baru adalah masa rekayasa sejarah bangsa,semua mengakui itu,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sriyandi</title>
		<link>http://indonesiabuku.com/?p=1256&#038;cpage=1#comment-299</link>
		<dc:creator>sriyandi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 14:00:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiabuku.com/?p=1256#comment-299</guid>
		<description>sangat menarik apa yang anda sampaikan , ini info baru yang benar-benar baru buat saya, karena selama kuliahpun saya belum dapat menerima info ini , thank&quot;s</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sangat menarik apa yang anda sampaikan , ini info baru yang benar-benar baru buat saya, karena selama kuliahpun saya belum dapat menerima info ini , thank&#8221;s</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mas arifin brandan</title>
		<link>http://indonesiabuku.com/?p=1256&#038;cpage=1#comment-172</link>
		<dc:creator>mas arifin brandan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 05:09:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiabuku.com/?p=1256#comment-172</guid>
		<description>naskah proklamasi merupakan statement politik yang sakral serta mengikat batin bangsa ini. bung karno dan bung hatta telah memenuhi panggilan sejarah dengan mengumandangkan kedaulatan bangsa dan negara. kita tahu, bung karno, bapak bangsa, proklamator, pemimpin besar revolusi, ideolog revolusioner, yang sepanjang hidupnya  hanya memikirkan bangsa dan negara, yang membayar ongkos perjuangannya dengan bertahun-tahun hidup di daerah pembuangannya di bengkulu, penjara sukamiskin, boven digul (papua). wasiat historisnya yang harus diaktualisasikan oleh bangsa ini adalah, &quot;hey rakyat indonesia, revolusi belumlah selesai!&quot;. jalannya revolusi 45, akhirnya terhenti atau tertunda karena disabot dan ditelikung oleh jenderal besar soeharto melalui momentum peristiwa g-30-s 1965. kaum muda saat ini perlu kembali ke jalan revolusi, menggembleng mental dan moral bangsa agar bangsa ini benar-benar bermental kampiun, revolusioner, dan tidak lembek, tidak melankolis atau tidak bermental kroco sontoloyo yang menjual aset negara, menginjank-injak maratabat dan kedaulatan bangsa, berjiwa oportunis, penjilat laknat dan menjadi antek-antek nekolim (neokolonialisme dan imperialisme).   

(mas ab, dari padepokan sunyi di kaki merapi)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>naskah proklamasi merupakan statement politik yang sakral serta mengikat batin bangsa ini. bung karno dan bung hatta telah memenuhi panggilan sejarah dengan mengumandangkan kedaulatan bangsa dan negara. kita tahu, bung karno, bapak bangsa, proklamator, pemimpin besar revolusi, ideolog revolusioner, yang sepanjang hidupnya  hanya memikirkan bangsa dan negara, yang membayar ongkos perjuangannya dengan bertahun-tahun hidup di daerah pembuangannya di bengkulu, penjara sukamiskin, boven digul (papua). wasiat historisnya yang harus diaktualisasikan oleh bangsa ini adalah, &#8220;hey rakyat indonesia, revolusi belumlah selesai!&#8221;. jalannya revolusi 45, akhirnya terhenti atau tertunda karena disabot dan ditelikung oleh jenderal besar soeharto melalui momentum peristiwa g-30-s 1965. kaum muda saat ini perlu kembali ke jalan revolusi, menggembleng mental dan moral bangsa agar bangsa ini benar-benar bermental kampiun, revolusioner, dan tidak lembek, tidak melankolis atau tidak bermental kroco sontoloyo yang menjual aset negara, menginjank-injak maratabat dan kedaulatan bangsa, berjiwa oportunis, penjilat laknat dan menjadi antek-antek nekolim (neokolonialisme dan imperialisme).   </p>
<p>(mas ab, dari padepokan sunyi di kaki merapi)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rudolf puspa</title>
		<link>http://indonesiabuku.com/?p=1256&#038;cpage=1#comment-167</link>
		<dc:creator>rudolf puspa</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 15:18:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiabuku.com/?p=1256#comment-167</guid>
		<description>yang selalu harus kita ingat adalah dalam setiap menemukan tulisan atau apapun yang sudah berlalu tolong hargai sebagai sebuah sejarah. Bukan untuk diperttentangkan. Begitulah saya rasa sikap menghargai sejarah bangsa.  Tentu tak perlu lalu mempertanyakan mana yang benar. Semua benar sebagai sebuah cerita sejarah. Semua pernah ada. Hanya jiak ditanya mana yang dipakai? Ya tentu saja yang resmi diojadikan atau dibacakan pada hari kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Wasalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang selalu harus kita ingat adalah dalam setiap menemukan tulisan atau apapun yang sudah berlalu tolong hargai sebagai sebuah sejarah. Bukan untuk diperttentangkan. Begitulah saya rasa sikap menghargai sejarah bangsa.  Tentu tak perlu lalu mempertanyakan mana yang benar. Semua benar sebagai sebuah cerita sejarah. Semua pernah ada. Hanya jiak ditanya mana yang dipakai? Ya tentu saja yang resmi diojadikan atau dibacakan pada hari kemerdekaan 17 Agustus 1945.<br />
Wasalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
