<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Apa Susahnya Menerbitkan Buku Sendiri</title>
	<atom:link href="http://indonesiabuku.com/?feed=rss2&#038;p=22" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indonesiabuku.com/?p=22</link>
	<description>Hak Buku untuk Semua</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 22:04:51 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Emkate</title>
		<link>http://indonesiabuku.com/?p=22&#038;cpage=1#comment-1545</link>
		<dc:creator>Emkate</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 04:17:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiabuku.com/?p=22#comment-1545</guid>
		<description>Saya sangat setujuuuu...! Ini adalah hak seorang intelektual yang mampu menulis dan menerbitkan buku sendiri, kenapa tidak !!! Kita kan punya visi-misi untuk memajukan anak bangsa, masa kita takut.

Maju terus teman-temanku Penulis !!!
Jangan mundur sbg Profesi Penulis !!!

Salam,
Emkate</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sangat setujuuuu&#8230;! Ini adalah hak seorang intelektual yang mampu menulis dan menerbitkan buku sendiri, kenapa tidak !!! Kita kan punya visi-misi untuk memajukan anak bangsa, masa kita takut.</p>
<p>Maju terus teman-temanku Penulis !!!<br />
Jangan mundur sbg Profesi Penulis !!!</p>
<p>Salam,<br />
Emkate</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ali syahaba</title>
		<link>http://indonesiabuku.com/?p=22&#038;cpage=1#comment-1465</link>
		<dc:creator>Ali syahaba</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 14:03:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiabuku.com/?p=22#comment-1465</guid>
		<description>Tolong cara2 yang lebih detail menerbitkan dan memasarkan buku saya itu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tolong cara2 yang lebih detail menerbitkan dan memasarkan buku saya itu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ali syahaba</title>
		<link>http://indonesiabuku.com/?p=22&#038;cpage=1#comment-1464</link>
		<dc:creator>Ali syahaba</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 14:02:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiabuku.com/?p=22#comment-1464</guid>
		<description>Saya udah di tolak 18 kali oleh penerbit, makanya saya berencana menerbitkan sendiri buku saya itu..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya udah di tolak 18 kali oleh penerbit, makanya saya berencana menerbitkan sendiri buku saya itu..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eko</title>
		<link>http://indonesiabuku.com/?p=22&#038;cpage=1#comment-563</link>
		<dc:creator>eko</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 04:06:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiabuku.com/?p=22#comment-563</guid>
		<description>saya suka dengan gaya tulisan ini. ringan dan mengalir lancar. membacanya pun tidak perlu dengan dahi berkerut :)

saya setuju dan sependapat. suatu saat penulis memang harus mandiri. maju terus penulis indonesia...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya suka dengan gaya tulisan ini. ringan dan mengalir lancar. membacanya pun tidak perlu dengan dahi berkerut <img src='http://indonesiabuku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>saya setuju dan sependapat. suatu saat penulis memang harus mandiri. maju terus penulis indonesia&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: diana</title>
		<link>http://indonesiabuku.com/?p=22&#038;cpage=1#comment-437</link>
		<dc:creator>diana</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 02:52:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiabuku.com/?p=22#comment-437</guid>
		<description>Mas Toy, Begini,
Untuk menerbitkan buku(atau bentuk terbitan lainnya), asal ada ISBN sudah bisa terbit. Kalau dulu jaman orba memang mesti ada SIUP, sekarang tidak lagi. ISBN sendiri dapat diurus ke Perpustakaan nasional dalam beberapa jam dengan membawa surat pengantar dari penerbit (lengkap dengan kop surat dan stempel) yang menerangkan latar belakang penerbit dan ringkasan isi buku plus daftar isi. Bisa datang langsung bisa pula melalui surat. Bila suat tentu lebih lama waktunya. 

Legalitas yang diperlukan adalah lembaga penerbitannya(bukan terbitannya). Jika ingin profesional, maka yang menerbitkan hendaknya berbentuk lembaga (bisa organisasi, LSM, Yayasan, CV,PT,dll. Peraturannya mengikuti aturan masing2 lembaga. Jika Yayasan maka mengikuti UU Yayasan. Jika LSM dan organisasi mengikuti prosedur pendaftaran di notaris dan pendaftaran di bakesbang. Jika CV/PT mengikuti aturan UU PT.dst. Ini semua diperlukan, hubungannya dengan kewajiban pajak, dan bila ada perjanjian hukum yang terjadi, masing-masing pihak bisa mendapat perlindungan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.(misalnya perjanjian penulis-penerbit, jual-beli,distribusi, penanaman modal, dll)

Namun jika barang terbitan itu tidak diniatkan untuk profesional, hanya untuk kalangan terbatas, maka ISBN saja sudah cukup. Tapi bila ada resiko pembajakan, dan kasus2 hukum, prosesnya akan lebih rumit. Begitu kira2.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Toy, Begini,<br />
Untuk menerbitkan buku(atau bentuk terbitan lainnya), asal ada ISBN sudah bisa terbit. Kalau dulu jaman orba memang mesti ada SIUP, sekarang tidak lagi. ISBN sendiri dapat diurus ke Perpustakaan nasional dalam beberapa jam dengan membawa surat pengantar dari penerbit (lengkap dengan kop surat dan stempel) yang menerangkan latar belakang penerbit dan ringkasan isi buku plus daftar isi. Bisa datang langsung bisa pula melalui surat. Bila suat tentu lebih lama waktunya. </p>
<p>Legalitas yang diperlukan adalah lembaga penerbitannya(bukan terbitannya). Jika ingin profesional, maka yang menerbitkan hendaknya berbentuk lembaga (bisa organisasi, LSM, Yayasan, CV,PT,dll. Peraturannya mengikuti aturan masing2 lembaga. Jika Yayasan maka mengikuti UU Yayasan. Jika LSM dan organisasi mengikuti prosedur pendaftaran di notaris dan pendaftaran di bakesbang. Jika CV/PT mengikuti aturan UU PT.dst. Ini semua diperlukan, hubungannya dengan kewajiban pajak, dan bila ada perjanjian hukum yang terjadi, masing-masing pihak bisa mendapat perlindungan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.(misalnya perjanjian penulis-penerbit, jual-beli,distribusi, penanaman modal, dll)</p>
<p>Namun jika barang terbitan itu tidak diniatkan untuk profesional, hanya untuk kalangan terbatas, maka ISBN saja sudah cukup. Tapi bila ada resiko pembajakan, dan kasus2 hukum, prosesnya akan lebih rumit. Begitu kira2.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: IBOEKOE</title>
		<link>http://indonesiabuku.com/?p=22&#038;cpage=1#comment-433</link>
		<dc:creator>IBOEKOE</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 12:23:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiabuku.com/?p=22#comment-433</guid>
		<description>Nggak perlu akte2an kalau membuat penerbitan. Yang penting ada naskah. Ada stempel. Ada kop surat. Ngajukan surat permintaan ISBN ke Perpus Nasional. Selesai. Cetak. Jadi itu penerbit. Kalau ingin penerbitan itu dirancang jadi lembaga yang besar, tak ada salahnya membuatkannya Badan Hukum. Yayasan Indonesia Buku, misalnya, memiliki badan hukum. Tapi penerbitnya nggak perlu. Lagi pula, penerbitannya yg muncul duluan. Dirasa penting memiliki badan hukum dan dikelola secara profesional, akhirnya yayasan yang menaunginya dibuat. Demikian. Terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nggak perlu akte2an kalau membuat penerbitan. Yang penting ada naskah. Ada stempel. Ada kop surat. Ngajukan surat permintaan ISBN ke Perpus Nasional. Selesai. Cetak. Jadi itu penerbit. Kalau ingin penerbitan itu dirancang jadi lembaga yang besar, tak ada salahnya membuatkannya Badan Hukum. Yayasan Indonesia Buku, misalnya, memiliki badan hukum. Tapi penerbitnya nggak perlu. Lagi pula, penerbitannya yg muncul duluan. Dirasa penting memiliki badan hukum dan dikelola secara profesional, akhirnya yayasan yang menaunginya dibuat. Demikian. Terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: toyi</title>
		<link>http://indonesiabuku.com/?p=22&#038;cpage=1#comment-427</link>
		<dc:creator>toyi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 02:09:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiabuku.com/?p=22#comment-427</guid>
		<description>Apa perlu akte notaris bahwa kita adalah penerbit? ISBN gimana?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa perlu akte notaris bahwa kita adalah penerbit? ISBN gimana?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rain</title>
		<link>http://indonesiabuku.com/?p=22&#038;cpage=1#comment-120</link>
		<dc:creator>rain</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 22:31:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiabuku.com/?p=22#comment-120</guid>
		<description>yaaa bayar pajak lah!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yaaa bayar pajak lah!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eskage</title>
		<link>http://indonesiabuku.com/?p=22&#038;cpage=1#comment-100</link>
		<dc:creator>eskage</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 10:58:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiabuku.com/?p=22#comment-100</guid>
		<description>Ya karena sudah laku keras,dan maju, tinggal sewa aja pengacara. Sukur-sukur pengacaranya itu teman  sendiri, jadi murah deh... Aparat yang mengacaukan hukum harus dilawan dengan hukum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya karena sudah laku keras,dan maju, tinggal sewa aja pengacara. Sukur-sukur pengacaranya itu teman  sendiri, jadi murah deh&#8230; Aparat yang mengacaukan hukum harus dilawan dengan hukum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pay jarot sujarwo</title>
		<link>http://indonesiabuku.com/?p=22&#038;cpage=1#comment-10</link>
		<dc:creator>pay jarot sujarwo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2007 15:19:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiabuku.com/?p=22#comment-10</guid>
		<description>pertanyaan berikutnya adalah. bagaimana seandainya buku yang kita terbitkan sendiri kemudian laku keras di pasaran, diketahui segala lapisan masyarakat, termasuk masyarakat yang &#039;resek&#039; yang bersembunyi dibalik instansi bernama pajak lah, ngeributin soal perizinan lah, badan hukum lah. dlsb. untuk di kota-kota besar yang sebagain masyarakatnya memiliki kecerdasan di atas rata-rata, mungkin persoalan ini ga terlalu dipusingkan. tapi di daerah kecil? hmm, tak menutup kemungkinan instansi ndak gaul seperti perpajakan dan semacamnya, atau sekadar orang iri, akan ikut ambil bagian dalam upaya mencegah penulis yang menerbitkan bukunya sendiri menjadi kaya. kalau begitu kejadiannya, gimana bung?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pertanyaan berikutnya adalah. bagaimana seandainya buku yang kita terbitkan sendiri kemudian laku keras di pasaran, diketahui segala lapisan masyarakat, termasuk masyarakat yang &#8216;resek&#8217; yang bersembunyi dibalik instansi bernama pajak lah, ngeributin soal perizinan lah, badan hukum lah. dlsb. untuk di kota-kota besar yang sebagain masyarakatnya memiliki kecerdasan di atas rata-rata, mungkin persoalan ini ga terlalu dipusingkan. tapi di daerah kecil? hmm, tak menutup kemungkinan instansi ndak gaul seperti perpajakan dan semacamnya, atau sekadar orang iri, akan ikut ambil bagian dalam upaya mencegah penulis yang menerbitkan bukunya sendiri menjadi kaya. kalau begitu kejadiannya, gimana bung?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
