Selasa Pon, 09 Pebruari 2010
Indonesia Buku

Dewi Lestari: Indekost hanya untuk Nulis

Diposting oleh Diana AV on Sep 14th, 2009 di topik Tips, Tokoh. Anda dapat mengikuti diskusi pada berita ini melalui RSS 2.0. Anda bisa juga meninggalkan komentar dan trackback

Dewi Lestari kembali lagi dengan novel barunya. Jika sebelumnya karya-karya penulis yang akrab dipanggil Dee ini cenderung berat dan agak ilmiah, novelnya yang baru ini sangat ringan dan sarat dengan romantisme. Satu fakta yang perlu dicatat, gagasan besar isi novel ini berasal dari tulisannya jauh sebelum Supernova ditulis.

“Awal Perahu Kertas itu tahun 1996 dengan judul awalKugy & Keenan. Sempat ditinggal 3/4 dan tak diteruskan. Setelah itu, pada tahun 2000-an dapat tawaran untuk rilis novel digital. Apa ya? Dan saya terpikir ini,” tutur Dee dalam acara Meet and Greet di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta, Sabtu (12/9).

Begitu Dee membuka file yang sudah lama, Dee menilai setting cerita yang ditulisnya sudah tak sesuai lagi dengan kondisi zaman ketika pertama kali cerita ini dituliskannya. Akhirnya, Dee menulis ulang dengan melakukan penyesuaian demi penyesuaian di dalamnya hingga awal 2008, cerita ini diluncurkan dalam bentuk novel digital.

Dee mengakui memang ada beberapa bagian dalam buku novel yang tidak masuk dalam novel digital. Dee juga mengatakan dirinya memang berniat untuk mencetak novel ini dalam bentuk buku. Bahkan niat untuk membuat film berdasarkan novel ini pun sudah ada di kepalanya.

Harus sampai nge-kos

Buku keenam Dee ini jauh lebih tebal dari Supernova. Namun, di dalam penulisan ulang novel, Dee lebih banyak belajar sebagai seorang penulis. Berawal dari buku tentang menulis yang diberikan rekannya Reza Gunawan, Dee belajar memaknai lebih dalam tentang minatnya sebagai penulis.

Hal berkesan yang diketahuinya adalah perlu ‘markas besar’ untuk bisa menulis dalam waktu yang tak lama. “Setelah baca, mata saya terbuka. Ada disiplin-disiplin tertentu sebagai penulis. Salah satunya markas besar dimana kita di situ cuma menulis saja tanpa ada apa-apa. Akhirnya aku putuskan untuk nyewa tempat kost. Ternyata dalam waktu 60 hari bisa selesai novel yang lebih panjang dua kali lipat dari Supernova. Saya surprisedakhirnya bisa,” ungkap Dee berbinar.

Dengan tinggal di tempat kost, Dee juga terbantu untuk menerjemahkan situasi pergaulan mahasiswa saat ini.Perahu Kertas sendiri bercerita tentang proses pertemuan dua manusia, Keenan dan Kugy. Yang satu penulis, yang satu lagi pelukis.

Unsur romantisme dan spiritualitas mengalir indah dengan unsur drama dan penggalian karakter yang kuat. Kau ada di antara milyaran manusia, dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

* Dinukil dari Kompascom Edisi 12 September 2009 dengan judul “Wajah Baru Dewi Lestari dalam ‘Perahu Kertas’”.

3 tanggapan untuk “Dewi Lestari: Indekost hanya untuk Nulis”

  1. sinta says:

    lagi ngincer ni buku…glek!

    [Reply]

  2. dewa01api says:

    ngekos dulu ya. kalo ngekos lumayan seru

    [Reply]

  3. diana av says:

    Saya gak sampe ngekost sih, tapi ‘mondok’ di pondok mesum lereng Lawu.

    [Reply]

Beri tanggapan

Mutiara Buku

“Pengarang itu korps avant garde, bukan menghibur... tugasnya melawan kejahatan dalam tulisan-tulisannya”

oleh  Pramoedya Ananta Toer

Tanggapan Pembaca

  • berry: woi slam kenal aku beruang mek iso guneman
  • nagakembar: jiaahhh………&# 8230; ni orang yg sok antikomunis bener2 nggak logis. malah harus...
  • Mbah Sghriwo: Konflik apapun di masa lalu jangan diaktualisasikan dan dibawa-bawa ke masa kini. Sejarah adalah bekal...
  • aduh: Hanya 3-5 juta buku??? Paling yg paling sering dibaca wajah buku aka FB. apa ga pernah cari di google ? /// 10....
  • elvira: wah… mau donk ikutan……

Berlangganan

Daftarkan email anda untuk mendapatkan update berita di situs ini via email.
Disclaimer: Diizinkan mengutip artikel di situs ini dengan mencantumkan sumbernya. Hak cipta berada pada IBOEKOE dan masing-masing penulis.
Add to Technorati Favorites Join My Community at MyBloglog! Books Blogs - Blog Catalog Blog Directory blog-indonesia.com