Selasa Pon, 09 Pebruari 2010
Indonesia Buku

Diluncurkan, Buku Mereka Bicara JK

Diposting oleh IBOEKOE on Oct 22nd, 2009 di topik Kronik. Anda dapat mengikuti diskusi pada berita ini melalui RSS 2.0. Anda bisa juga meninggalkan komentar dan trackback

Mengakhiri masa kerjanya sebagai wakil presiden, Jusuf Kalla mendapat bingkisan buku Mereka Bicara JK dari National Press Club of Indonesia. Dalam buku itu tertuang testimoni para kolega Kalla tentang semangat dan inovasi kinerjanya yang menggabungkan birokrasi dan kewirausahaan.

”Ada bedanya birokrasi dengan entrepreneur. Birokrasi mengatur prosedur dahulu, hasilnya terserah, yang penting jangan salah prosedurnya. Kalau entrepreneur menetapkan obyek, baru mencari jalannya. Saya menggabungkan kedua hal itu,” kata Kalla saat peluncuran buku tersebut di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (21/10) malam.

Buku yang disusun sejumlah wartawan yang tergabung dalam National Press Club of Indonesia tersebut berisi testimoni 63 kolega Kalla di lingkungan politik, pemerintahan, pengusaha, dan ekonom, juga media massa. Di antara yang memberikan penilaian langsung tentang kinerja Kalla semalam adalah Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, tokoh pers Surya Paloh, dan Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama.

Menurut Aburizal, Kalla memiliki pemikiran jangka panjang. Sementara Jakob Oetama menilai, Kalla lebih mengedepankan kerja daripada hanya bicara dan duduk di belakang meja. ”Semangat kerjanya yang langsung turun ke lapangan merupakan warisan yang harus ditularkan,” kata Jakob Oetama.

Surya Paloh mengatakan, Kalla adalah sahabat yang konsisten. ”Kelebihannya yang luar biasa adalah kesabaran,” katanya.

Kalla mengakui, dia memang lebih senang bekerja dan mendorong masyarakat untuk bekerja. Namun, dia mengatakan, dalam bekerja tidak bisa tanpa bicara.

”Sebab, tanpa ada komunikasi dapat menimbulkan salah pengertian karena tidak ada penjelasan,” ujar Kalla.

Oleh karena itu, lanjut Kalla, selama ia menjabat wakil presiden, rapat koordinasi dengan para menteri bisa dilakukan seminggu dua kali.

Kalla menegaskan, ia selalu mengutamakan kemandirian dan mengkritisi sikap bangsa Indonesia yang kurang memaksakan diri untuk maju.

”Setelah dipaksa dan rasa percaya dirinya tumbuh, ternyata bangsa ini bisa maju dan melakukan apa pun,” katanya.

Namun, dalam bekerja, ia menegaskan selalu berkonsultasi lebih dahulu dengan presiden. ”Saya tidak pernah merasa susah karena susah saya anggap hiburan,” ujar Kalla.

* Dinukil dari Harian Kompas Edisi 22 Oktober 2009

Beri tanggapan

Mutiara Buku

“Jika ada buku yang ingin sekali kau baca tapi belum ada yang menulis, maka kamu harus menulisnya.”

oleh  Toni Morrison, penulis Afrika-Amerika.

Tanggapan Pembaca

  • berry: woi slam kenal aku beruang mek iso guneman
  • nagakembar: jiaahhh………&# 8230; ni orang yg sok antikomunis bener2 nggak logis. malah harus...
  • Mbah Sghriwo: Konflik apapun di masa lalu jangan diaktualisasikan dan dibawa-bawa ke masa kini. Sejarah adalah bekal...
  • aduh: Hanya 3-5 juta buku??? Paling yg paling sering dibaca wajah buku aka FB. apa ga pernah cari di google ? /// 10....
  • elvira: wah… mau donk ikutan……

Berlangganan

Daftarkan email anda untuk mendapatkan update berita di situs ini via email.
Disclaimer: Diizinkan mengutip artikel di situs ini dengan mencantumkan sumbernya. Hak cipta berada pada IBOEKOE dan masing-masing penulis.
Add to Technorati Favorites Join My Community at MyBloglog! Books Blogs - Blog Catalog Blog Directory blog-indonesia.com