…………
Jendela menyusun pidato akhir tahun dari bangkai kata-kata, tentang kebencian pada pamanmu, tentang fitnah-fitnah politik. Tentang ketidakpercayaan padamu. Hari apakah ini? Kenapa rumahmu datang kepadaku seperti ini? Orang seperti tembok-tembok mengelupas–malam ini–15 detik dari denyut nadimu. Kenapa aku harus datang ke rumahmu, memberi nasehat, membubarkan bank-bank, membenamkan bursa saham ke dasar laut, memadamkan api di dalam bantal.
………….
Salam untuk Januari. Salam untuk ratu yang sedang melepas kerudungnya untuk mengganti fajar, esok pagi. Salam.
(Pidato-pidato dari Bantal Berasap)
Peluncuran buku puisi Afrizal Malna: Abad yang Berlari, Yang Berdiam Dalam Mikrofon, Arsitektur Hujan, Kalung dari Teman, dan Pidato-pidato dari Bantal Berasap.
Pukul 19.30 WIB
Di Yayasan Umar Kayam, Perum Sawit Sari i-3, Condong Catur, Sleman, Yogyakarta
Pembicara: K.L. Junandharu, Naomi Srikandi, dan Gunawan Maryanto
Kehadiran kawan-kawan, sangat kami nantikan.
Salam kami,
Afrizal Malna, Yayasan Umar Kayam, dan Omahsore

Daftarkan email anda untuk mendapatkan kabar terbaru dari kami.