Minggu Legi, 01 Agustus 2010
Indonesia Buku

IVAA, Perpus Komunitas Senirupa Terbesar

Diposting oleh IBOEKOE on Jun 17th, 2009 di topik Perpustakaan. Anda dapat mengikuti diskusi pada berita ini melalui RSS 2.0. Anda bisa juga meninggalkan komentar dan trackback

IVAAOleh Gus Muh

Perpustakaan komunitas berbeda dengan perpustakaan seumumnya. Perbedaannya terletak pada program, keanggotaan, pendanaan, dan spesifikasi penggunaannya.

Demikian dikatakan pengelola perpustakaan komunitas Tovic Raharja di ruang perpustakaan IVAA. Perpustakaan yang terletak di Patehan Tengah Kraton Jogjakarta ini bergerak dalam pendataan dan dokumentasi senirupa kontemporer.

“IVAA memang satu-satunya perpustakaan komunitas di Indonesia untuk dokumentasi senirupa kontemporer,” tegasnya yakin.

Saat ini, IVAA sudah memiliki dokumentasi 10-an ribu judul buku maupun dokumentasi seniman. Belum termasuk data audiovisual.

Dokumen-dokumen itu dikumpulkan selama 13 tahun dari pelbagai sumber. Terutama dari seniman-seniman sendiri.

Nah, database itu kemudian menjadi semacam gerbang untuk memasuki program-program yang dilakukan tim riset IVAA.

Dengan kata lain, IVAA kemudian mengambil fungsi sebagai sebuah think-tank atau laboratorium kreatif untuk menggagas berbagai pemikiran serta kegiatan yang mendukung perkembangan seni visual dan budaya kontemporer, baik secara praktek maupun wacana.

Kelas menulis dan membaca pun juga dibuka sebagai bagian dari proses belajar menulis kreatif. Program ini digawangi langsung oleh Komunitas AKSARA yang berada di bawah IVAA.

Sebagai media komunikasi bersama, IVAA juga menerbitkan newsletter “Surat” dan media online: www.ivaa-online.org.

Untuk mengongkosi operasional perpustakaan dan program-program, menurut Tovic, banyak cara dilakukan IVAA.

“Misalnya, menjalin kerjasama pameran, bantuan lembaga donor, sumbangan-sumbangan, iuran keanggotaan, dan seterusnya,” kata Tovic.

3 tanggapan untuk “IVAA, Perpus Komunitas Senirupa Terbesar”

  1. Dbuku says:

    Heh..gambar siapa itu? leher terpotong lagi? :-(

    [Reply]

    remuz Reply:

    hahahaha……..emang kepalanya sering kepotong yah ?

    [Reply]

  2. sekar says:

    hai salam kenal ya. btw mas/mba kalo buku tentang kolase ada ga? trimz

    [Reply]

Beri tanggapan

Mutiara Buku

“Tidak ada buku bermoral dan tidak bermoral. Yang ada, buku itu ditulis dengan baik atau buruk. Itu saja.”

oleh  Oscar Wilde. Penyair Irlandia, menulis novel, drama juga kritik sastra (1854-1900).

Tanggapan Pembaca

  • M. Faizi: Iya. Hal semacam ini banyak terjadi. Terakhir yagn saya tahu adalah puisi-puisi Afrizal Malna yang...
  • indi aunullah: analisis perbandingan yang lebih detail terhadap dua tesaurus ini, tulisan Amin Sweeney, seorang...
  • Faisal: ijin share gan…
  • bertuhan1: Sdr. Arumbinang, Mungkin lho Sdr. Redaksi Tempo ( Baca GM) sudah memprediksi bahwa mereka (ex lekra) yang...
  • bertuhan1: Hai yang berinisial : iyas, iboekoe, naga kembar, diana av, dll. yang sepaham dengannya…… Kami...

Berlangganan

Daftarkan email anda untuk mendapatkan update berita di situs ini via email.
Disclaimer: Diizinkan mengutip artikel di situs ini dengan mencantumkan sumbernya. Hak cipta berada pada IBOEKOE dan masing-masing penulis.
Add to Technorati Favorites Join My Community at MyBloglog! Books Blogs - Blog Catalog Blog Directory blog-indonesia.com