Ibu, Bumi, dan Buku adalah Ibuku

Diposkan oleh IBOEKOE pada 23 Apr 2012 | View Comments

Oleh Muhidin M Dahlan April adalah bulan ketika Hari Kartini (21), Hari Bumi (22), dan Hari Buku Internasional (23) terpahat dalam susunan atau siklis kalender yang unik, berkesinambungan, dan memiliki kedalaman makna; bukan saja siklis itu mempertemukan hari seorang perempuan penulis diperingati, hari kala bumi diupacarai, dan hari ketika buku dirayakan, tapi juga trisum itu mempertemukan bagaimana pengetahuan diolah,... 

Perihal yang Menyedihkan

Diposkan oleh Pustakawan pada 22 Apr 2012 | View Comments

Oleh : Putu Laxman Pendit It was only the cultural pretensions of tyrants, kings and emperors which could conceive anything like a universal collection of books. - tulis Robert Barnes tentang Perpustakaan Alexandria* Kutipan di atas adalah tentang ironi yang menyedihkan. Mengapa begitu, izinkan saya menjelaskannya. Sejarah perpustakaan tak seromantis sejarah buku, walau keduanya pernah mengalami perlakuan buruk,... 

Pengarsipan Total

Diposkan oleh IBOEKOE pada 20 Apr 2012 | View Comments

Oleh Muhidin M Dahlan Berita terbaru dari Yogyakarta soal pemusnahan enam ribuan arsip pemerintah nyaris menjadi cerita biasa. Seperti setahun silam terdengar samar-samar arsiparis UGM memusnahkan buku-buku tua yang “tak berguna” lagi. Pegawai-pegawai rendahan Balai Pustaka terlampau biasa melempar koleksi-koleksi koran dan majalah tuanya ke juragan bubur kertas sebelum dinyatakan pailit pada Februari 2012. Alibi... 

Tradisi Lisan-Tulisan (1): Tanggapan untuk Diana AV Sasa

Diposkan oleh Diana AV pada 07 Apr 2012 | View Comments

Oleh: Ahmad Subhan Pada 6 Maret 2012, situs Indonesia Buku memuat tulisan Diana AV Sasa yang berjudul “Perpustakaan yang Bernapas”. Diana membuka esai itu dengan kritik terhadap cara pandang yang telanjur diamini banyak pihak bahwa “Minat baca masyarakat kita masih sangat rendah”. Berseberangan dengan cara pandang tersebut, Diana menawarkan perspektif yang tak lagi membenturkan antara budaya lisan dengan... 

Jelek dan Buruk

Diposkan oleh IBOEKOE pada 27 Mar 2012 | View Comments

Oleh Alfons Taryadi Ketika saya menyampaikan makalah, ”Kualitas Terjemahan dan Dampaknya pada Masyarakat Indonesia”, pada Seminar Penerjemahan Akademi Jakarta yang diselenggarakan dalam kerja sama dengan Himpunan Penerjemah Indonesia di Jakarta pada 5 Desember 2005, seorang pakar bahasa dari Universitas Indonesia mengkritik penggunaan kata jelek yang saya tudingkan pada banyak buku terjemahan dari bahasa Inggris ke...